install Adobe Flash Player on your Browser

ENTER

©CopyRight 2008 | Moga Islam Terus Bersinar™ ®Hakcipta terpelihara oleh Allah s.w.t

Doa-Doa

ISLAM

WILL DOMINATE THE WORLD

ISLAM

THE WAY OF BEST LIFE

MASJID RUMAH ALLAH

SEMUT

NERAKA ADALAH TEMPAT ORANG YANG INGKAR AKAN PERINTAH ALLAH SERTA MELANGGAR LARANGAN-NYA

DAGING

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini

"Jangan meremehkan sedikitpun tentang makruf meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum)". (HR. Muslim)

PERKAHWINAN ADALAH SUNNAH

PENCIPTAAN

'Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran'

|Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

SAVE GAZA

Selamatkan Bumi Palestin Daripada Jajahan ISRAEL Bumi HARAM!

MUHAMAD AZRUL

Harakah TranungKite tkodaily suarakampus Malaysiakini Metro NST jazeera jazeera

Follow Blog | Sini

Link Blog | sini:

Komen Blog | sini:

Showing posts with label The Miracle. Show all posts
Showing posts with label The Miracle. Show all posts

The Miracle | Keajaiban Laut Mati (Dead Sea)


Laut Mati (Ibrani: ים המלח; Arab: البحر الميت‎) merupakan tasik air masin yang terletak di sempadan Jordan dan Tebing Barat. Pantainya berada di kedudukan serendah 418 m di bawah aras laut yang merupakan kedudukan terendah di atas daratan dunia dan juga tasik masin yang terdalam dengan kedalaman 330 m. Airnya mempunyai kemasinan kedua tertinggi di dunia selepas Laut Asal di Djibouti dengan kemasinan sebanyak 33.7 %. Ini lebih kurang 8.6 kali lebih masin dari laut biasa. Oleh sebab itu tiada satu pun hidupan yang boleh hidup di dalamnya dan kapal tidak boleh berlayar di atas permukaannya. Tasik ini berukuran 67 km panjang dan 18 km lebar. Cabang sungai utamanya ialah Sungai Jordan.


Tidak seseram namanya, laut mati merupakan sebuah Danau asin (bukan laut, karena berada pada daratan), istilah laut di pakai dikarenakan luasan nya yang mencapai 76 Km panjangnya dan memiliki lebar 16 Km, jadi bisa di bayangkan kalau danau ini begitu luas (tapi danau ini telah mengalami penyempitan dan pengurangan debit air dikarenakan oleh penguapan yang berlebihan dan kurangnya pasokan air dari Sungai Jordan). Okelah, untuk selanjutnya kita sebut saja danau ini Laut.Laut ini berada pada 420 meter di bawah permukaan laut yang merupakan daerah terendah di permukaan bumi (sedangkan titik terdalam di bumi sendiri di pegang oleh palung mariana).Laut mati berada diantara wilayah Jordania dan Israel.

Kadar garam yang begitu besar pada laut ini membuat kita bisa mengapung diatasnya tanpa susah susah berenang, bahkan sambil membaca buku sekalipun! Aneh memang, tapi itulah kejadian alam. Konon kadar garam di laut mati ini mencapai 31.5 % (itu berarti 9 kali lipat dari kadar garam laut normal yang sekitar 3,5 %. Karena kadar salinitas nya tersebut maka semua benda bisa mengapung diatasnya.

Terjadi penurunan debit air di laut ini yang mencapai 1 meter tiap tahun nya dikarenakan jumlah air yang masuk dari sungai jordan banyak di pakai untuk keperluan irigasi sehingga pasokan ke laut ini menjadi berkurang dan penguapan nya sangat tinggi, inilah yang menyebabkan mengapa laut ini menjadi asin. Tak ada ikan yang hidup di situ, dan air laut mati bila terkena mata akan sangat perih.

Di balik itu semua lumpur laut ini memiliki khasiat tersendiri bagi kaum wanita khususnya sebagai penghalus kulit (Lulur Lumpur laut ). Selain kandungan garam yang amat sangat tinggi, air Laut Mati juga banyak mengandung kalium, magnesium, dan bromium, mungkin karena itulah lumpur laut mati ini dianggap sangat berkhasiat. Israel, Palestina dan jordania sepakat untuk menyelamatkan laut mati ini karena dampak bila terjadi kerusakan pada ekosistem laut mati ini akan sangat buruk bagi kawasan tersebut, tindakan penyelamatan antara lain menyuplai air dari laut merah ke laut mati dengan membuat kanal kanal untuk menghubungkan kedua laut tersebut yang jaraknya sekitar 200 Km, Permukaan air Laut Mati diperkirakan telah mengalami penyusutan dari 392 meter di bawah permukaan laut menjadi 416 meter dan sedang menurun ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan.


Watch This Video:


The Miracle | Keajaiban Dua Lautan Tidak Bertemu


"Dan Dialah yang mempertemukan dua laut; yang ini tawar lagi segar, dan yang ini asin lagi pahit. Dan Dia menjadikan di antara keduanya ada batas dan penghalang yang tidak terlampaui".

QS,25:53

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, QS,55:19

"antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing". QS,55:20

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

QS,55:21

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

QS,55:22

Cobalah untuk melihat ke arah lautan. Bayangkanlah seandainya ada pertemuan air laut dari dua lokasi yang berbeda, yang satu dari laut lain sedangkan satunya lagi dari laut yang lain lagi. Kedua air laut tersebut bertemu di suatu tempat. Seandainya masing-masing dari dua air laut tersebut memiliki salinitas (kadar garam) yang berbeda atau temperature yang berbeda, apakah keduanya akan bercampur ketika bertemu di satu tempat sehingga keadaan awal dari masing-masing (salinitas maupun temperature) berubah menjadi satu keadaan salinitas dan temperature yang baru ?

Al Quran menjawab dengan pasti dan penuh percaya diri, bahwa salinitas maupun suhu awal dari masing-masing air laut tersebut tetap dipertahankan dan tidak saling mempengaruhi, walaupun kedua air laut tersebut bertemu di satu tempat, dengan kata lain tidak terjadi percampuran ! Bagaimana ilmu pengetahuan & tehnologi menanggapi penegasan Al Quran tersebut? Mendukungkah (membenarkan) atau menyalahkan ? Ternyata bukti ilmiah (empiric) membuktikan fakta tentang adanya kebenaran yang ditegaskan oleh Al Quran tersebut.

Penelitian moderen di masa sekarang menemukan adanya gejala yaitu bahwa ada batas di antara dua air laut yang bertemu di satu tempat, sehingga masing-masing air laut tersebut tetap memiliki (mempertahankan) temperature, salinitas (kadar garam) maupun densitas (kekentalan) yang berbeda. Dengan makna yang setara yaitu keadaan air laut yang satu dengan lainnya tidak saling mempengaruhi, walaupun keduanya bertemu di satu tempat, karena adanya batas di antara pertemuan dari dua air laut tersebut.

“Modern Science has discovered that in the places where two different seas meet, there is a barrier between them. This barrier divides the two seas so that each sea has its own temperature, salinity and density” (sumber: Principles of Oceanography, Davis, Page: 92 – 93)

Penegasan Al Quran dan pembuktian ilmiah ini dapat ditemukan yaitu pada peristiwa air laut dari Mediterranean yang masuk ke wilayah perairan laut Atlantik sampai ke kedalaman sekitar 1000 meter dari permukaan laut. Ternyata derajat kehangatan (suhu) sekitar 11,5° maupun kadar garam sekitar di atas 36,5% dari air laut Mediterranean yang telah berada di kedalaman air laut Atlantik, tetap tidak terpengaruh oleh suhu maupun salinitas (kadar garam) dari air laut Atlantik yang mengelilinginya. Dimana air laut Atlantik di kedalaman sekitar 1000 meter yang mengelilingi air laut (yang tadinya berasal dari) Mediterranean juga memiliki suhu dan salinitas (kadar garam)-nya sendiri yang berbeda, yaitu bersuhu sekitar 10,0° dan dengan salinitas sebesar di bawah 36,0%, berbeda dengan air laut Mediterranean yang dikelilinginya. Padahal kedua air laut tersebut (air laut Mediterranean dan air laut Atlantik) bertemu di satu tempat di kedalaman sektiar 1000 meter, tetapi keadaan masing-masing kedua air laut tersebut tidak saling mempengaruhi. Ini terjadi karena ada batas yang memisahkan di antara pertemuan dua air laut tersebut.

“Modern Science has discovered that in estuaries, where fresh (sweet) and salt water meet, the situation is somewhat different from what is found in places where two seas meet. It has been discovered that what distinguishes fresh water from salt water in estuaries is a “pycnocline zone with a marked density discontinuity separating the two layers.” (sumber: Oceanography, Gross, Page – 242)

Semua ini adalah bukti keajaiban Al Quran dalam menegaskan adanya batas di antara pertemuan dua air laut yang membuat masing-masing keadaan dari kedua air laut yang bertemu di satu tempat tersebut tetap dipertahankan. Perlu diketahui bahwa untuk melakukan penyelidikan ke bawah laut tidaklah semudah seperti kalau anda akan berenang di kolam. Ada banyak rintangan mulai dari tekanan air dan persediaan udara untuk menyokong kehidupan penyelam. Juga tidak semudah masuk begitu pula untuk keluarnya, karena selain masuk menuju kedalaman lautan butuh persiapan yang baik, maka demikian pula untuk keluar menuju permukaan laut membutuhkan pengetahuan yang tidak asal-asalan. Kalau anda mencoba menyelam ke kedalaman lautan apalagi untuk waktu cukup lama, dan menuju permukaan secara langsung tanpa perlahan setahap demi setahap, maka boleh jadi anda akan terserang pingsan, karena perbedaan tekanan yang begitu cepat akan mengagetkan jaringan tubuh. Untuk semua bentuk persiapan ini adalah hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia di masa kehidupan Rasulullah.

Namun penegasan Al Quran tentang adanya batas di antara kedua lautan ini diakui kebenarannya di masa jauh ke depan melampaui masa kehidupan Muhammad Saw yaitu setelah kemajuan ilmu pengetahuan & tehnologi modern tercapai.



Watch This Video:

Video 1

Video 2



The Miracle | Who FIRAUN (Pharaoh Ramesses)?


Fir'awn (فرعون) is Arabic for "pharaoh". The Qur'an tells the story of Musa and the Pharaoh also known as Fir'aw.

Qur'anic narrative

Musa and Harun went to the Firaun, and when they arrive he is told about their divine mission and that he should let the Israelites go. Firaun rebukes him by saying that the Egyptians looked after him, and he reminds Musa that he has killed an Egyptian. Musa acknowledges this, and says that he did that before he received his message from God. Firaun enquires as to who this god of Musa is. It is Allah (God), he is told, the Creator of everything. At one point Firaun threatens him with prison, as he says there can be no gods other than himself, but he eventually asks Musa for a sign to see if he is telling the truth. Musa throws down his rod and it turns into a huge snake. He then draws forth his hand and it shines with brilliant white light. Pharaoh, however, rejects these signs as 'evident/manifest sorcery'. Firaun's chiefs wonder why they should believe in two men like themselves, and Israelite men at that. Musa is outraged at their reaction to the truth. He warns them to accept God or face the consequences. Firaun discusses the issue with his chiefs. They tell him that Musa's plan is to overthrow the Firaun by turning the people away from their established religion. Firaun tells them to stall Musa and Harun whilst well-versed sorcerers are found. These sorcerers are promised rewards and power. Firaun then arranges with Musa for him to come to the Day of the Festival.

The sorcerers and Musa

The day of the Festival arrives, and all the people are there along with the sorcerers and Musa (Moses) and Harun (Aaron), Musa's (Moses') brother. The sorcerers ask Musa who is to go first, and Musa tells them that they are. They throw down some rods and ropes and they appear to move of their own accord, like a snake. Even Musa is slightly scared by this, but he has God's help. He throws down his rod and it 'swallowed up straight away all the falsehoods which they fake'. The sorcerers are stunned, and they bow, proclaiming their belief in their Allah (God). Firaun is angered at their belief without his permission. He threatens to cut off their hands and feet and crucify them on a palm-tree cross. The sorcerers are unperturbed, saying that they will only forgiveness. They rebuke Firaun for threatening them just because they believe in Musa's signs.

Later, Firaun is with his chiefs. They ask him if he is to let Musa and the Israelites continue to spread mischief in Egypt, turning people away from the Egyptian religion. He decides to slay all the male Israelites but keep the females in order to keep power. Despite Musa's message few believe except the Israelites and a small number of Egyptians, as many are fearful of Firaun.

Musa again speaks out against Firaun, asking who will protect him from God's punishment when it comes. Nevertheless they refuse to recognise God, with Firaun expressly stating that whatever signs Musa brings he will never believe in him. In his arrogance he asks one of his chiefs, Haman, to make bricks from baked clay in order to build a 'lofty palace' that will reach up to Musa's god. This is despite the fact that Firaun tells Haman that he thinks Musa is a liar. (Holy Quran:- Chapter-07, Verses:103-126)

Plagues unleashed

God punishes Firaun and the Egyptians with years of drought and crop shortages. During these bad times the Egyptians ask Musa to pray to God to help them and they say that they will release the Israelites, but when times are better they claim that it is due to themselves and they negate on their promises. God also sends down various plagues – 'wholesale death,' locusts, lice, frogs and blood (these are the rest of the nine signs that Musa was told about on Mount Tur). Despite all of this, the Egyptians still refuse to believe. Firaun reminds them that Egypt belongs to him. He is better than Musa, he says. Musa cannot even speak clearly and he doesn't own gold, he adds. (Holy Qur'an:- Chapter-07, Verses:130-135)

Sea and Pharaoh Drowning Then Preserved As A Sign

Musa prays once more to God. He is told to depart with the Israelites at night-time towards the sea. Meanwhile the Egyptians hear of this, and Firaun sends heralds to all the cities telling them about the insurrection. Finally, the Egyptians, led by Firaun, appear near the sea bent on destroying the Israelites. Musa strikes the sea with his rod and it parts. He and the Israelites pass through safely, but the Egyptians follow them 'in insolence and spite,' which scares some of the Israelites. However, with them safely across, the sea overwhelms the Egyptians. As he is drowning, Firaun calls out that he believes in the Israelites' god and that he submits himself to God. But it was too late. He is reminded of his evil acts, and God allows his body to be later picked up as a sign for those who do evil. God also levels some of the Egyptian's works and buildings.

References

http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_view_of_the_Pharaoh_of_the_Exodus




Watch This Video:

The Miracle | MAKKAH Centre of the earth?

Ummul Kurah_The Kaabah Shareef................Islamic Picture Album.........mohammedashrafpa@gmail.com.........irimbiliyam...Jpeg.jpg
semasa kali pertama Neil Armstrong menjejakkan kaki ke bulan pada 20 Julai 1969. Di dalam satu temu bual di stesen TV Al Majid, Arab Saudi, Dr. Abd Al-Baset Al-Sayyed dari pusat Penyelidikan Kebangsaan Mesir mengulas, angkawasan pertama itu telah membuktikan, Mekah adalah pusat bumi.

Katanya ia telah dibuktikan secara saintifik semasa Neil Armstrong di dalam perjalanan ke bulan. Ketika itu dia berjaya mengesan satu radiasi yang dipancarkan dari bumi. Radiasi itu di dalam gelombang pendek. Situasi itu sesuatu yang pelik dan mereka cuba mencari jawapan dan membuat penelitian. Akhirnya mereka berjaya mengesan bahawa radiasi itu dipancarkan dari Mekah atau secara tepatnya dari Kaabah.

"Yang paling mengejutkan radiasi itu bersifat infiniti (tidak berpenghujung). Apabila Armstrong menjejakkan kaki ke bulan, radiasi itu masih boleh dikesan. Radiasi itu mempunyai sifat yang istimewa dan paling penting ia infiniti. Saya percaya inilah yang menhubungkan Kaabah di bumi dengan Kaabah di alam akhirat.

"Bayangkan anda berada di kutub utara dan saya berada di kutub selatan,di tengah-tengah adalah zon keseimbagan magnet atau zon magnetisme sifar dan itulah Mekah. Kalau hendak dibuktikan boleh. bawa kompas ke Kaabah dan anda dapati jarum kompas itu tidak akan bergerak. Ini bermakna Kaabah adalah zon magnetisme sifar. Tarikan untuk ke dua-dua medan adalah sama kuat.

Hal sedemikian katanya, turut memberi kesan pada kesihatan dan umur seseorang. Sebab itulah orang yang tinggal di Mekah lebih sihat dan panjang umur. Tekanan graviti yang tertumpu di kawasan itu memberi kesan pada peredaran darah dan pergerakan biologi kehidupan.

"Ini telah dibuktikan bahawa ia boleh memberi kesan pada hemoglobin untuk membawa darah yang mengandungi oksigen ke seluruh tusi badan. Bermakna bila anda berada di Mekah, keupayaan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tisu badan secara semula jadi jauh lebih baik berbanding tempat lain di dunia ini," jelasnya

Pelbagai bukti saintifik dari kajian para saintis juga telah membuktikan bahawa Kaabah berada di "Centre of the earth". Jika anda berkesempatan ke Mekah Al-Mukaramah cuba bawa kompas ke arah Kaabah dan lihat jarum kompas tersebut tidak akan menunjuk mana-mana arah sama Barat, Timur, Selatan atau ke mana-mana arah kerana Kaabah sememangnya berada di pusat atau ditengah-tengah bumi. Neil Amstrong juga mengesahkan fakta ini.

Maha Kaya Allah, dengan hanya melakukan Tawaf kesihatan kita akan bertambah baik. Tidak hairanlah jika ramai yang mengetahui rahsia ini sentiasa merindui untuk ke Mekah... Bagi yang bukan Islam kaji-kajilah fakta ini dan anda pasti akan mendapat kebenaran-Nya. Marilah kita belajar ilmu dan mengkaji Islam yang amat indah ini..

Fakta2 yg di nyatakan di atas ada di artikel2 kami di bawah ini mengenai
'tarikan graviti bumi berpusat di Kaabah!'



Watch This Video:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

´